Contents
  1. SAP (Susunan Artikel Pendidikan)
  2. PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
  3. Penilaian hasil proses belajar mengajar / Nana Sudjana
  4. Jurnal Tata Boga

Download as PDF Print Penilaian hasil proses belajar mengajar / Nana Sudjana Send to Email Penilaian hasil proses belajar mengajar / Nana Sudjana . Download as PDF Print Penilaian hasil belajar / Asmawi Zainul, Noehi Nasution Send to Email Penilaian hasil belajar / Asmawi Zainul, Noehi Nasution . T1__full simpwaperlacal.ml?sequence=2 - kemandirian belajar siswa terhadap. Pengaruh Kemandirian Belajar Siswa dan. Perpustakaan.

Author:JENNI SOMMESE
Language:English, Spanish, German
Country:Sudan
Genre:Environment
Pages:101
Published (Last):29.12.2015
ISBN:348-8-67183-120-6
Distribution:Free* [*Registration Required]
Uploaded by: HEDY

57125 downloads 112051 Views 27.44MB PDF Size Report


Buku Hasil Belajar Pdf

PDF | Topik skripsi mahasiswa perlu disejajarkan dan berada pada teks perubahan konseptual, substitusi konsep, modifikasi siklus belajar. Pengembangan bahan ajar matapelajaran aqidah akhlak dalam materi buku Asmaul Husna untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN Ngasem Downloads cached PDF from CORE Download PDF (35 KB). Show more info. Provided by: Universitas Pasundan. Publication Year: Suggested articles.

Antara faktor eksternal terhadap prestasi belajar siswa sebesar Bakat, motivasi dan. Search PDF Books. Download free pdf files,ebooks and documents of buku tentang prestasi belajar. You will be glad to know that right now download buku metode penelitian sugiyono PDF is available on our online library. With our online resources, you can find download buku metode penelitian sugiyono or just about any type of ebooks, for any type of product. Best of all, they are entirely free to find, use and download, so there is no cost or stress at all. Download buku metode penelitian sugiyono PDF may not make exciting reading, but download buku metode penelitian sugiyono is packed with valuable instructions, information and warnings. We also have many ebooks and user guide is also related with download buku metode penelitian sugiyono PDF, include:

Bakat, motivasi dan. Search PDF Books. Download free pdf files,ebooks and documents of buku tentang prestasi belajar. You will be glad to know that right now download buku metode penelitian sugiyono PDF is available on our online library. With our online resources, you can find download buku metode penelitian sugiyono or just about any type of ebooks, for any type of product.

Best of all, they are entirely free to find, use and download, so there is no cost or stress at all. Download buku metode penelitian sugiyono PDF may not make exciting reading, but download buku metode penelitian sugiyono is packed with valuable instructions, information and warnings.

We also have many ebooks and user guide is also related with download buku metode penelitian sugiyono PDF, include: Adapun berdasarkan teknik yang digunakan penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian observasi dan tes, di mana peneliti melakukan perlakuan khusus terhadap variable yang diteliti.

Menurut Sugiono metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi dimasyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut.

Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal bertahap bisa multy years. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiono yaitu : 1.

Potensi dan Masalah Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual 21 dan uptode, maka selanjutnya perlu dikumpulkan sebagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.

Disini diperlukan metode penelitian sendiri. Metode apa yang digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. Produk-produk pendidikan misalnya kurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu, metode mengajar, media pendidikan, buku ajar, modul, kompetensi tenaga kependidikan, sistem evaluasi, model uji kompetensi, penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu dan lain- lain. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagann, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya.

Pada contoh tentang produk pendidikan , hasil akhir dari kegiatan yaitu berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. Desain metode ini masih bersifat hipotetik. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian.

Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja, bagan atau uraian ringkas, sehingga akan memudahkan siswa untuk memahaminya. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dari mudah diimplementasikan, suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajaran meningkat.

Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari lama atau tidak.

Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian 22 berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut.

SAP (Susunan Artikel Pendidikan)

Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya.

Perbaikan Desain Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain.

Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan, desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba, setelah divalidasi dan revisi. Uji coba tahap awal dilakukan dengan disimulasikan, maka dapat diuji cobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar bar tersebut lebih efektif dan efesien dibandingkan metode mengajar yang lama atau yang lain.

Untuk itu pengujian dapat dilakukan dengan eksperimen, yaitu membandingkan efektivitas metode mengajar lama dengan yang baru. Indikatornya efektivitas metode mengajar baru adalah kecepatan pemahaman murid pada pelajaran lebih tinggi, murid bertambah kreatif dan hasil belajar meningkat. Eksperimen dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah memakai metode mengajar baru atau dengan membandingkan dengan kelompok yang tetap menggunakan metode mengajar lama.

Dalam hal ini ada kelompok 23 eksperimen dan kelompok kontrol. Model ini telah digunakan secara luas di kalangan sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi Miarso, Pengembangan model IDI terdiri dari tiga tahap utama, yaitu 1 penentuan define , 2 pengembangan development , dan 3 evaluasi evaluate.

Tahap penentuan terdiri dari tiga kegiatan, yakni: a.

Tahap pengembangan terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu: 1. Tahap evaluasi meliputi kegiatan: 1 pengujian prototipe test prototipes dengan kegiatan uji pakar dengan melibatkan 2 orang pakar dari dosen dan seorang praktisi dari sekolah, 2 melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan rekomendasi dari pakar, dan 3 melakukan implementasi di kelas melalui penelitian tindakan kelas.

Setelah kegiatan ini, dilakukan pengumpulan data- data dan analisis data. Hasil analalisis dikaji melalui panel group discussion. Bila hasilnya sudah dianggap baik, maka dapat direkomendasikan untuk digunakan lebih lanjut.

Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian Suharsimi Arikunto, Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut Sugiono, : Karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka tidak semua siswa kelas VIII diteliti, sehingga diambil sampel untuk dijadikan obyek penelitian dengan teknik random sampling. Variabel Penelitian Dalam hal ini yang akan diteliti yang diambil dalam jenis assesmen autentik yaitu tentang Assesmen Kinerja, proyek, produk, essai dan portofolio.

Ada 4 empat macam variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini yang terdiri atas tiga variabel bebas independent variable dan 1 satu variabel terikat dependent variable. Keempat variabel tersebut adalah : 1. Variabel bebas x , terdiri atas tiga variabel yaitu : a. Model Pembelajaran Inkuiri x1 b. Pembelajaran Berbasis Masalah x2 c.

Pendekatan Starter Eksperimen x3. Variabel terikat y , yaitu Prestasi Belajar. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan variabel yang diteliti, - Tes yang menghadirkan benda atau kejadian asli terhadap siswa. Analisis Data a. Analisis Regresi Ganda Pengujian secara simultan digunakan untuk menguji signifkansi regresi ganda adalah analisis tentang pengaruh antara dua variabel atau lebih variabel bebas independent variable dengan satu variabel terikat dependent variable.

Penilaian yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa meliputi: a. Kuis, ulangan akhir pokok bahasan, ulangan umum, dan tugas rumah b.

Unjuk kerja 0 29 c.

Penilaian diri 0 2. Alat penilaian hasil belajar a. Tes Uraian, objektif 90 b. Non-tes dan lainnya 10 3. Sifat penilaian yang digunakan dalam menilai hasil belajar 28 a.

Terbuka dengan beberapa alternatif jawaban benar 72 b. Tertutup dengan hanya satu jawaban benar 4. Penilaian hasil belajar dilakukan secara a. Berkala periodik 97 b. Terus menerus 3 5. Pemberian tugas-tugas yang diberikan guru a. Dilengkapi dengan penjelasan tugas yang jelas 86 b. Tidak dilengkapi dengan penjelasan tugas yang 14 jelas 48 c.

Dikembalikan hasilnya dilengkapi dengan komentar 52 d. Tidak dikembalikan hasilnya 7. Setelah ulangan akhir pokok bahasan a. Hasilnya dibahas 97 b. Hasilnya tidak dibahas 3 c. Bagi yang gagal tidak diremidi 0 d.

Bagi yang gagal diremidi 8. Cara guru menentukan nilai akhir dalam Buku Raport Siswa 32 a. Diberikan penjelasan pada awal pembelajaran awal memulai semester 68 b. Tidak diberikan penjelasan pada awal pembelajaran 9. Jumlah kegiatan praktikum di laboratorium dalam satu semester a.

Metode mengajar yang selama ini digunakan guru a. Ceramah 86 b. Latihan soal d. Demonstrasi 3 e. Kerja kelompok 26 f. Kerja di laboratorium 21 g. Proyek penelitian lapangan 0 h. Persentasi 0 Dalam kegiatan praktikum di laboratorium a. Dinilai oleh guru dan diberitahukan aspek 16 penilaiannya 72 b. Dinilai oleh guru dan tidak pernah diberitahukan aspek penilaiannya 12 c.

Tidak pernah dinilai Dalam proses penilaian hasil belajar a. Siswa pernah disuruh menilai sendiri dirinya 4 b. Siswa tidak pernah menilai sendiri dirinya 96 Hasil di atas memperlihatkan bahwa sistem asesmen yang dikembangkan di sekolah ternyata belum sesuai dengan sistem asesmen dalam kurikulum berbasis kompetensi.

Kinerja siswa maupun penilaian diri oleh siswa tidak pernah dilakukan oleh guru. Pada hal, kurikulum berbasis kompetensi untuk mata pelajaran Matematika menuntut agar penilaian kinerja performance asessessment khususnya dalam aktivitas laboratorium wajib dilaksanakan.

Tanpa itu, sulit bagi guru untuk memberikan nilai kompetensi dasar khususnya menyangkut penilaian psikomotor dan afektif. Hal ini juga memperlihatkan bahwa metode mengajar yang digunakan masih didominasi dengan metode ceramah, tanya jawab, dan latihan soal- soal, sedangkan metode demonstrasi, kerja di laboratorium praktikum mendapat porsi yang masih minim.

Hasil ini dijadikan rujukan untuk mengembangkan strategi pembelajaran dan sistem asesmen otentik dalam pembelajaran Matematika. Tahap pertama, dilakukan identifikasi permasalahan- permasalahan yang berkaitan dengan asesmen dalam pembelajaran Matematika SMP.

Hasil penelusuran terhadap permasalahan dalam melaksanakan penilaian asesmen tampak pada tabel 02 di atas. Seluruh perangkat pembelajaran dikembangkan bersama-sama mahasiswa yang menjadi payung penelitian ini dan selanjutnya draf hasil pengembangan dikoreksi oleh dua orang pakar dosen dan satu orang praktisi guru SMP yang telah berpengalaman mengajar Matematika di SMP.

Setelah diberikan masukan-masukan dan dilakukan diskusi secara intensif dan revisi, selanjutnya tim penilai memberikan penilaian kelayakan terhadap perangkat yang dikembangkann.

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)

Setelah memperoleh kualifikasi layak skor minimal 70 , perangkat asesmen otentik yang dikembangkan siap diujicobakan secara empirik dalam pembelajaran di kelas. Hasil uji coba perangkat asesmen otentik dalam pembelajaran Matematika di SMA dapat dilihat pada tabel 03, tabel 04, tabel 05, dan tabel Inkuiri Terbimbing 62,9 Sangat Positif 2. Pembelajaran 65,0 Sangat Berbasis Masalah Positif 34 3. Pembelajaran Starter 62,0 Sangat Eksperimen Positif d Pembahasan Hasil analisis kebutuhan terhadap pelaksanaan asesmen otentik di SMP Negeri 2 Bumijawa dengan melibatkan orang siswa menunjukkan bahwa pelaksanaan asesmen otentik dalam pembelajaran Matematika masih belum memadai.

Hal ini dapat dilihat dari temuan berikut ini. Non-tes yang semestinya dapat digunakan untuk menilai kinerja maupun sikap siswa dalam pembelajaran hampir tidak digunakan oleh guru.

You might also like: BUKU RESEP KUE PDF

Hal ini akan menyulitkan guru untuk menilai kompetensi siswa dalam aspek afektif dan psikomotor. Penggunaan tes semacam ini tentu tidak memberi peluang yang lebih luas pada pengembangan kreativitas berpikir siswa. Hal lain yang ditemukan dalam analisis kebutuhan adalah intensitas pemberian kuis atau ulangan harian masih relatif kecil kali dalam satu semester.

Pada hal, untuk melalukan penilaian kelas, hal itu semestinya dilakukan secara terus-menerus atau kontinyu selama proses belajar mengajar.

Dampak dari penilaian yang tidak kontinyu adalah guru akan mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan pada akhir semester khususnya dalam pengisian nilai raport siswa. Kenyataan ini tentu mengkhawatirkan terutama dalam pengembangan kompetensi dasar Matematika siswa.

Semua fasilitas —buku sekolah, makanan harian, dan transportasi bagi murid yang tinggal jauh dari lokasi sekolah— ditanggung oleh pemerintah.

Penilaian hasil proses belajar mengajar / Nana Sudjana

Pendidikan Usia Dini merupakan pendidikan menyeluruh yang terdiri dari pengasuhan, pendidikan, dan pengajaran kepada balita dengan tujuan mendidik mereka untuk memiliki keterampilan hidup dan dasar akademis berhitung dan membaca serta memastikan perkembangan sesuai dengan standar usia masing-masing.

Pendidikan ini dapat berlangsung di sebuah taman kanak-kanak atau di grup penitipan anak daycare swasta yang seringnya menggunakan rumah-rumah pribadi. Siswa belajar keterampilan dasar dan pengetahuan umum berbagai bidang yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka. Setiap siswa masuk ke sekolah dekat rumah yang ditunjuk oleh pemerintah daerahnya, walaupun di beberapa kota besar orang tua dapat memilih sekolah untuk anaknya dalam batasan tertentu.

Tidak ada penggolongan kelas maupun penjurusan selama tahap ini.

Jurnal Tata Boga

Enam tahun pertama setiap guru kelas mengajar hampir semua mata pelajaran. Baru di tiga tahun terakhir terdapat guru-guru khusus untuk hampir setiap mata pelajaran. Tidak ada Ujian Nasional untuk tingkat pendidikan dasar. Evaluasi belajar siswa dilakukan secara berkelanjutan oleh guru terkait, dan laporan hasil belajar diberikan setidaknya sekali dalam satu tahun akademis.

Hasil evaluasi inilah yang digunakan untuk menentukan arah pembelajaran siswa selanjutnya di tingkat menengah atas. Evaluasi ini juga dimaksudkan untuk menjadi bahan masing-masing siswa untuk memahami area-area pengembangan dirinya ke depannya dan menumbuhkan minat pembelajaran mandiri. Setelah menyelesaikan Pendidikan Dasar 9 tahun, siswa mendapat sertifikat kelulusan.

Related files


Copyright © 2019 simpwaperlacal.ml.